Rekonstruksi Pengeroyokan Haringga Sirla, Tersangka JS Menolak

Rekonstruksi Pengeroyokan Haringga Sirla, Tersangka JS Menolak

Rekonstruksi Pengeroyokan Haringga Sirla, Tersangka JS Menolak

Taruhan Bola Terbaik, Rekonstruksi Pengeroyokan Haringga Sirla, Tersangka JS Menolak, Jajaran Polrestabes Bandung menggelar rekonstruksi kasus pengeroyokan suporter Persija Jakarta Haringga Sirla hingga meninggal dunia di area parkir Stadion GBLA Bandung, kemarin. Haringga meninggal dunia usai dikeroyok oknum Bobotoh pada Minggu, 23 September lalu.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana memimpin rekonstruksi tersebut. Selama proses rekonstruksi, puluhan polisi diterjunkan untuk berjaga mengamankan lokasi.

Bagaimana proses rekonstruksi penganiayaan terhadap Haringga?

1. Delapan tersangka dihadirkan dalam rekonstruksi
Rekonstruksi Pengeroyokan Haringga Sirla, Tersangka JS Menolak

Delapan tersangka dihadirkan dalam rekonstruksi antara lain GA (20), AA (19), DS (19), BD (41), CP (20), JS (32), SM (17), dan DFA (16). Mereka menggambarkan adegan penganiayaan pada Haringga, sedangkan korban diperankan personel kepolisian.

Rekonstruksi dimulai saat Haringga meminta pertolongan kepada penjual bakso. Pada saat itu, ada banyak Bobotoh atau suporter Persib Bandung yang diduga menyiksa pria 23 tahun itu.

Seperti dilansir ayobandung.com, Rabu (26/9), adegan pertama dilakukan tersangka BD. Dalam aksinya, BD terlihat memukul Haringga dalam posisi duduk, menggunakan besi. Tersangka memukul di kepala korban hingga tiga kali.

Setelah BD, giliran tersangka SM memukul korban menggunakan tangan kirinya sekali. Dia sempat mundur lebih dulu tetapi kembali ke arah Haringga dan memukul menggunakan tangan kanannya.

Sementara, tersangka DS menganiaya Haringga dengan menendang kepalanya, ketika korban hendak bangun setelah tersungkur. Kepala korban, yang berada tepat di depan kaki pelaku, langsung ditendang.

Adegan berikutnya dilakukan tersangka GA. Pria itu menendang punggung Haringga dua kali ketika posisi korban tertelungkup.

2. Tersangka AA membakar kartu anggota The Jakmania milik Haringga
Rekonstruksi Pengeroyokan Haringga Sirla, Tersangka JS Menolak

Berikutnya, adegan dilakukan tersangka AA. Dia berusaha melerai, tapi malah ikut menganiaya Haringga. Tak hanya itu, ia juga membakar kartu anggota Jakmania milik korban.

AA menendang punggung dan memukul punggung Haringga dua kali, ketika posisi korban tertidur. Pada saat itu, korban juga berlumuran darah.

Berikutnya tersangka DFA. Dia menendang dengan kaki kanannya dua kali dan menginjak perut Haringga menggunakan kaki kanannya. Sementara, CP adalah tersangka lain, ikut menendang punggung korban dua kali.

Tersangka terakhir JS menolak melaksanakan rekonstruksi. Dia berkelit terlibat dalam tindakan penganiayaan ini meski menurut para tersangka lain yang melihat, dia ikut melakukan kekerasan itu pada Haringga.

“Saya tidak memukul,” kata JS.

3. Tujuan rekonstruksi penganiayaan Haringga untuk memberikan gambaran kepada jaksa
Rekonstruksi Pengeroyokan Haringga Sirla, Tersangka JS Menolak

Yoris menjelaskan tujuan rekontruksi penganiayaan Haringga untuk memberikan gambaran kepada jaksa penuntut umum dan pengacara terkait peran masing-masing tersangka.

“Kami harapkan setelah ini kami mengirimkan berkas kepada jaksa penuntut umum den tidak ada masalah, sehingga perkara bisa kami bisa P21,” ujar Yoris.

4. Persib Bandung mengutuk keras penganiayaan pada Haringga
Rekonstruksi Pengeroyokan Haringga Sirla, Tersangka JS Menolak

Sementara, kapten tim Persib Bandung Supardi Nasir turut berdukacita dan mengutuk keras atas penganiayaan pada Haringga hingga meninggal.

Supardi menilai bahwa fanatisme buta telah membuat kasus meninggalnya suporter sepakbola terus berulang. Sepakbola harusnya menjadi alat pemersatu antar pendukung.

“Ini semua karena fanatisme buta, logika yang tidak dipakai, sehingga nyawa pun dianggap sebagai hal yang dikesampingkan, padahal kita masih sama-sama sudara,” ujar Supardi, seperti dilansir Pikiran Rakyat, Rabu (27/9).

Supardi menganggap peristiwa ini merupakan perlakuan manusia-manusia biadab, yang dengan mudahnya menghilangkan nyawa seseorang.

“Ini dilakukan oleh orang-orang yang biadab serta tidak punya hati, mereka pantas mendapatlan hukuman yang sangat berat,” ujar dia.

Menurut Supardi perlu adanya tindak lanjut yang tegas kepada para tersangka. Menurutnya, ini bukan perlakuan yang manusiawi, karena menganggap fanatisme lebih penting daripada sebuah nyawa.

“Fanatik boleh-boleh saja, hanya jangan terlalu berlebihan, semua ada batasan-batasan”, ucapnya.

Dia berharap orang-orang tidak melakukan penilaian yang tergeneralisir terhadap Bobotoh. Karena para pelaku adalah oknum-oknum yang tidak mencintai Persib dan tidak bisa menjadi suporter yang bersikap dewasa.

“Mereka (pelaku) bukan Bobotoh, hanya oknum-oknum yang tidak cinta sama Persib dan tidak ingin melihat Persib juara,” kata Supardi.

Ia juga menginginkan adanya edukasi terhadap suporter-suporter yang ada di Indonesia, termasuk Bobotoh dan seluruh pendukung Persib.

“Edukasi kepada para suporter sangat diperlukan, ini demi menjaga serta mencegah adanya korban-korban lain yang meninggal seperti Haringga,” kata Supardi.

5. Tim Persib melayat ke rumah duka
Rekonstruksi Pengeroyokan Haringga Sirla, Tersangka JS Menolak

“Selama ini sudah banyak korban yang meninggal akibat perselisihan ini. Seharusnya para pelaku diberi hukuman yang berat untuk menimbulkan efek jera terhadap yang lainnya,” tutur dia.

Umuh bersama manajemen Persib Bandung akan sesegera berkunjung ke rumah duka. Ia pun tidak menyangka Haringga berasal dari Indramayu, Jawa Barat.

“Iya kami akan ke sana (rumah duka). Tadinya mau kemarin tetapi kondisi masih belum kondusif dan terlalu dini. Saya juga kaget pas tahu dia orang Jawa Barat juga,” ucap Umuh.

Usai menjalani latihan, skuat Maung Bandung itu bersama jajaran pelatih melakukan sesi tabur bunga serta do’a bersama di lokasi meninggalnya Haringga, Selasa 25 September 2018.

Selamat jalan Haringga… semoga ia tenang di sisi Nya.